Mom ClubGabung Mom Club
  1. Home
  2. Journal
  3. Mencari Circle Setelah Jadi Ibu

MOTHERHOOD· 08 SEP 2026· 5 menit baca

Mencari Circle Setelah Jadi Ibu

Pertemanan sering berubah setelah punya anak. Ini cara membangun circle baru sebagai ibu, mulai dari komunitas, sekolah, playdate, sampai percakapan sederhana.

Ditulis oleh

Admin Mom Club

Tim editorial Mom Club

Moms saling berkenalan dan membangun circle setelah jadi ibu.

Good Moms
Brighter Days

Tidak harus dijalani sendirian.

Ada sesuatu yang unik tentang pertemanan setelah menjadi ibu.

Di satu sisi, hidup terasa semakin penuh. Di sisi lain, kita justru bisa merasa lebih kesepian.

Hari-hari dipenuhi anak, rumah, pekerjaan, jadwal sekolah, dan berbagai urusan kecil. Tetapi percakapan yang benar-benar membuat kita merasa dipahami tidak selalu datang dengan sendirinya.

Teman lama mungkin berada di fase hidup yang berbeda. Teman yang sudah punya anak juga belum tentu tinggal dekat. Dan bertemu orang baru ketika kita sudah dewasa terasa jauh lebih rumit daripada ketika sekolah atau kuliah.

Ringkasnya: circle setelah menjadi ibu tidak harus besar. Mulailah dari lingkungan yang sudah menjadi bagian dari hidup: sekolah, kelas anak, tetangga, event komunitas, atau playdate. Lalu biarkan hubungan tumbuh dari pertemuan kecil yang konsisten.

Pertemanan berubah karena hidup juga berubah

Sebelum punya anak, kita bisa bertemu teman setelah kerja tanpa banyak perencanaan.

Setelah punya anak, satu coffee date mungkin perlu mempertimbangkan nap time, siapa yang menjaga anak, jarak, traffic, dan jam pulang.

Bukan berarti kita tidak lagi peduli pada pertemanan. Kapasitas kita saja berubah.

Kadang teman lama memahami perubahan ini. Kadang tidak.

Ada hubungan yang tetap dekat walau jarang bertemu. Ada yang perlahan menjauh. Ada pula yang kembali dekat beberapa tahun kemudian ketika fase hidup mulai bertemu lagi.

Tidak semuanya perlu dipertahankan dengan cara yang sama.

Circle yang kita butuhkan sekarang mungkin berbeda

Dulu kita mungkin mencari teman dengan hobi atau pekerjaan yang sama.

Sekarang kita mungkin menghargai sesuatu yang lain: orang yang memahami kalau anak tiba-tiba tantrum, tidak keberatan kalau kita batal mendadak, atau bisa diajak ngobrol tentang motherhood tanpa membuat seluruh identitas kita hanya menjadi “mama”.

Circle yang baik memberikan ruang untuk dua-duanya.

Kita bisa membicarakan sekolah anak, lalu lima menit kemudian membahas kerjaan, buku, bisnis, skincare, film, atau hidup.

Mulai dari tempat yang sudah sering kita datangi

Membuat teman baru tidak harus dimulai dengan networking event.

Lihat lingkungan yang sudah ada:

  • sekolah atau preschool anak;
  • kelas renang;
  • art class;
  • playground;
  • kompleks rumah;
  • tempat ibadah;
  • coworking space;
  • event komunitas;
  • grup orang tua.

Kalau sering bertemu orang yang sama, mulailah dengan percakapan sederhana.

“Anaknya umur berapa?”

“Biasanya ikut kelas hari apa?”

“Pernah coba tempat playdate yang di sana?”

Tidak harus langsung bertukar cerita hidup.

Kedekatan biasanya tumbuh dari banyak interaksi kecil.

Jangan takut menjadi orang yang mengajak duluan

Kadang dua orang sama-sama ingin berteman tetapi sama-sama menunggu.

Kalau obrolannya terasa nyaman, coba lanjutkan dengan sesuatu yang sederhana.

“Minggu depan mau playdate bareng?”

“Atau habis kelas ngopi sebentar?”

Ajakan tidak perlu terasa seperti komitmen besar. Justru format ringan membuat orang lebih mudah berkata iya.

Dan kalau ternyata tidak cocok, tidak masalah. Tidak semua percakapan harus berkembang menjadi pertemanan dekat.

Pertemanan dewasa membutuhkan repetisi

Kita sering berharap chemistry langsung muncul.

Padahal pada usia dewasa, pertemanan sering terbentuk karena kita terus bertemu.

Anak-anak berada di kelas yang sama. Kita duduk bersebelahan saat menunggu. Lalu mulai ngobrol. Lalu suatu hari bertukar nomor. Lalu beberapa minggu kemudian bertemu di luar kelas.

Hubungan tumbuh pelan.

Karena itu, komunitas yang memiliki aktivitas rutin bisa membantu. Bukan karena setiap anggota otomatis menjadi sahabat, tetapi karena memberikan kesempatan untuk bertemu lagi tanpa harus selalu membuat janji dari nol.

Circle tidak harus satu grup besar

Media sosial sering membuat “mom circle” terlihat seperti delapan orang yang selalu brunch bersama.

Kenyataannya mungkin jauh lebih sederhana.

Kita punya satu teman untuk ngobrol soal kerja. Satu teman sesama orang tua di sekolah. Satu teman lama yang tetap memahami kita. Satu kenalan baru yang enak diajak playdate.

Semua hubungan ini bisa membentuk support system, walau mereka tidak berada dalam satu grup chat.

Tidak perlu memaksa semuanya menyatu.

Pilih hubungan yang tidak membuat kita terus membandingkan

Motherhood sudah cukup penuh dengan hal yang membuat kita mempertanyakan diri.

Anak orang lain tidur lebih cepat. Sudah bisa membaca. Makannya lebih mudah. Ibunya terlihat lebih rapi. Kariernya tetap berjalan.

Circle yang sehat bukan circle tanpa perbedaan. Tetapi kita bisa menjadi diri sendiri tanpa terus merasa tertinggal.

Kita bisa berbagi keberhasilan tanpa membuat yang lain kecil. Bisa mengeluh tanpa berlomba siapa yang paling capek. Bisa bertanya tanpa takut dianggap kurang tahu.

Perhatikan bagaimana tubuh terasa setelah bertemu seseorang.

Lebih ringan? Atau justru lebih tegang?

Itu sering memberi petunjuk.

Ada keberanian kecil dalam membuka diri

Pertemanan yang dekat membutuhkan sedikit kerentanan.

Tidak harus langsung menceritakan semuanya. Tetapi sesekali kita perlu berani berkata:

“Aku juga lagi bingung.”

“Aku akhir-akhir ini capek.”

“Aku belum punya banyak teman di sini.”

Kalimat sederhana seperti itu sering membuka percakapan yang lebih jujur.

Ternyata orang di depan kita mungkin merasakan hal yang sama.

Untuk moms yang baru pindah ke BSD atau kota baru

Pindah lingkungan setelah punya anak bisa terasa seperti memulai kembali kehidupan sosial.

Di sisi lain, anak justru memberi banyak titik pertemuan alami.

Coba cari:

  • event keluarga;
  • community meetup;
  • kelas trial;
  • playground yang rutin dikunjungi;
  • aktivitas sekolah;
  • komunitas lokal;
  • grup lingkungan.

Alih-alih mencoba mengenal semua orang sekaligus, targetkan satu koneksi baru.

Satu nama yang kita ingat. Satu nomor yang kita simpan. Satu ajakan kopi.

Itu cukup untuk memulai.

Tidak apa-apa kalau butuh waktu

Mencari circle tidak selalu cepat.

Ada masa ketika kita bertemu banyak orang tetapi belum merasa menemukan “orang kita”. Jangan menganggap itu sebagai kegagalan.

Pertemanan orang dewasa dibangun di antara jadwal yang sibuk, keluarga, pekerjaan, dan energi sosial yang terbatas.

Pelan tidak berarti tidak berkembang.

Mungkin hari ini hanya saling menyapa.

Beberapa bulan kemudian, orang yang sama bisa menjadi seseorang yang kita hubungi ketika butuh teman makan siang atau sekadar ingin berkata, “Hari ini berat banget.”

Circle yang baik membuat motherhood terasa sedikit lebih ringan

Mereka tidak menghilangkan tantrum, kurang tidur, atau jadwal sekolah.

Tetapi ada sesuatu yang berubah ketika kita tahu ada orang lain yang mengerti.

Kita bisa tertawa tentang hal yang sebelumnya terasa melelahkan. Berbagi rekomendasi. Bertanya tanpa merasa bodoh. Datang dengan anak yang sedang tidak mood tanpa harus meminta maaf terus-menerus.

Pada akhirnya, mungkin itu yang paling kita cari.

Bukan circle yang sempurna.

Hanya ruang di mana kita tidak perlu menjalani semuanya sendirian.

FAQ

Bagaimana cara mencari teman sesama ibu?

Mulai dari tempat yang sudah rutin dikunjungi seperti sekolah anak, playground, kelas, lingkungan rumah, atau event komunitas. Hubungan biasanya lebih mudah tumbuh ketika ada kesempatan bertemu berulang.

Apakah harus ikut komunitas ibu?

Tidak harus, tetapi komunitas dapat mempermudah pertemuan karena ada konteks dan aktivitas bersama. Pilih komunitas yang terasa sesuai nilai dan suasana yang kamu cari.

Bagaimana jika introvert?

Tidak perlu memaksakan diri masuk grup besar. Pertemanan satu lawan satu atau kelompok kecil sama berharganya. Mulai dari percakapan pendek dan beri waktu.

Mom Club A safe circle for modern moms.

Lihat semua
Moms berkumpul dalam suasana komunitas Mom Club.

More than a journal

Lebih dari sekadar cerita.

Temukan event, komunitas, dan pengalaman bermakna bersama Mom Club.

Gabung Mom Club

Good moms, brighter days